Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
KRPL
Web Visitors
e-Product
Bank Padi
KALENDER TANAM

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini375
mod_vvisit_counterKemarin371
mod_vvisit_counterMinggu Ini1776
mod_vvisit_counterMinggu Lalu2374
mod_vvisit_counterBulan Ini5905
mod_vvisit_counterBulan Lalu12181
mod_vvisit_counterSeluruhnya443419

Jajak Pendapat

Pendapat Anda tentang Website ini?
RAPAT P2BN 2012
Oleh Bambang Unggul PS   
Jumat, 01 Juni 2012 11:48
Pada tanggal 30 Mei 2012 di BPTP Jawa Barat diadakan pertemuan mengenai P2BN, dalam rapat tersebut sebagai pembicara adalah :
1. Dr. Ir. Nandang Sunandar, MP (BPTP Jabar)
2. Uwes (Dinas Pertanian Provinsi)
Peserta :
1. Dinas Pertanian Provinsi
2. Seluruh LO Kegiatan BPTP Jawa BaraT
Rangkuman Materi :
1. DEFISIT LUAS TANAM 2012 PER APRIL 2012 DAN STRATEGI PENINGKATAN PROVITAS MT III 2012 oleh Bpk. Dr. Ir. Nandang Sunandar, MP
  • MT III perlu kita persiapkan agar target aksi 2012 dapat tercapai.
  • Dengan pendekatan provitas kita dapat memetakan daerah dengan provitas rendah, sehingga kita dapat menentukan langkh apa yang dapat kita ambil
  • Untuk mengefektifitaskan lahan kita memerlukan revolusi-revolusi baru seperti revolusi komunikasi
  • Tidak ada petugas yang lantang mmberitahukan berapa jumlah target dan jumlah realisasi yang sebenarnya. Sehingga kita perlu memberikan data target dan realisasi yang kita dapat ke kabupaten dan kecamatan
2. PERILAKU DISTRIBUSI PUPUK DAN TANAM BULANAN PADI JAWA BARAT TAHUN 2010-2011 oleh Bpk. Uwes
5 hal yang harus dilakukan, yaitu:
  1. Ada pertanaman cukup luas pada bulan april-mei sehingga untuk MT III ketersedian pupuk harus diperhatikan
  2. Daerah hulu irigasi Golongan 1-4, melalui kepala desa dilakukan budaya hemat air sehingga wilayah hilir dapat menanam padinya karena tidak kekurangan air
  3. Optimalisasi tertib tanam
  4. Pengendalian OPT
  5. Monev
4 gerakan revolusioner:
  1. Petani mandiri benih. Kita melakukan pemetaan terhadap petani penangkar
  2. Gerakan desa tanam legowo dalam kurun waktu 4-5 tahun. Dengan menggunakan legowo 2 sampa legowo 4
  3. Pemanfaatan pemupukan berimbang dan organik
  4. Pengendalian OPT dengan PHT
Diskusi:
Ir. Euis Rokayah, MP
  • Sebaiknya data yang dimiliki BPTP Jabar dicek ulang dengan data dari Dinas Pertanian, lalu selanjutnya kita bergerak dari provitas yang rendah.
  • Sebaiknya ada kegiatan monev terlebih dahulu, karena belum tentu data sesuai dengan kondisi di lapang yang sebenarnya.
Bpk. Iwan
  • Jika ingin ketersediaan benih bermutu terjamin maka jumlah penangkar harus ditambah.
  • Sebenarnya kondisi di pasar, peminat tidak terpengaruh oleh varietas, hal ini hanya permainan dari tengkulak
  • Benih BLBU sebaiknya kelas SS lalu petani menyetor hasilnya dengan persentase yang ditetapkan untuk selanjutnya diberikan lagi kepada petani lain sebagai bantuan gubernur
Dr. Ir. Nana Sutrisna, MP
  • Untuk memulai gerakan tidak perlu dimulai dengan monev, karena awal musim tanam sudah ditetapkan
  • Agar tertib tanam sebaiknya dibuatkan jadwal dan mnggerakan aparat di wilayah tersebut agar tanam serempak
  • Sebaiknya dilakukan identifikasi potensi kedelai ditip kabupaten
Bpk. Uwes
  • Program aksi 2012 ialah target luas tanam ditahun 2012 ialah 2 juta ha
  • Untuk Varietas Ciherang sebaiknya ada kajian mengenai sudah sejauh mana kerugian di lapang akibat menggunakan Varietas Ciherang
  • Sawah di perkotaan sebaiknya melakukan pola tanam padi-sayur-sayur, sehingga sawah abadi dapat terjaga
  • Pada saat pengubinan BPS diikutsertakan. Agar data sesuai dengan kondisi di lapang
  • Sebaiknya di masing-masing kabupaten disediakan lahan seluas 50 ha untuk penangkaran benih varietas baru untuk menjamin ketersediaan benih.
  • Untuk MT III wilayah dengan kondisi rawan kekeringan jangan dipaksa untuk tanam
  • Kita jangan terlalu terpusat pada padi. Sebaiknya kita juga mengingat tanaman pangan lain seperti kedelai dan jagung. Jangan sampai jumlah pertanaman kedelai berkurang hanya untuk memenuhi target luas tanam
Dr. Ir. Darmawan, MP
  • Sebaiknya kita melakukan grouping kawasan seperti provitas tinggi, sama dengan, dan dibawah provitas kabupaten
  • Lakukan pengamatan iklim. Karena iklim berpengaruh terhadap ketersediaan air dan hama penyakit, yang nantinya akan berpengaruh terhadap waktu tanam sehingga kebutuhan benih dan produktivitas dapat diramalkan
  • SDM diatur komposisinya
Ibu Poppy
  • Gerakan tindak lanjut dapat dirumuskan pada saat rapat wilayah yang akan dilakukan pada tanggal 19-22 Juni dengan peserta BP4K, Dinas, UPTD, BPTP, Balai Benih

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com